BUKU KAIN: KELINCI DAN KURA-KURA
Ukuran buku ditutup: 10 x 15 cm; buku dibuka: 22 x 15 cm, 8 halaman
Harga Rp. 28.000

Manfaat mainan:
Buku kain dari bahan katun dan isi busa lembut. Dapat menjadi media untuk mendongeng. Buku kain ini bercerita tentang kelinci yang sombong dan kura-kura yang pemberani dan pantang menyerah. Dapat dicuci jika kotor. Cocok untuk usia 6 bulan ke atas.

Manfaat umum buku kain sebagai mainan edukatif anak adalah sbb:
1. Mengajak anak mengenal buku lebih dini sehingga dapat melatih anak menjadi gemar membaca.
2. Buku kain lebih lembut dan tidak mudah sobek dibanding dengan buku dari kertas. Selain itu buku kain bisa dicuci jika kotor.
3. Gambar dan warna cerah akan menarik perhatian si kecil untuk meningkatkan kemampuan penglihatan dan melatih pengenalan warna.
4. Melatih kemampuan motorik dasarnya seperti membuka-menutup buku dan membalik halaman per halaman, kegiatan ini dapat melatih koordinasi mata-tangan anak.
5. Melatih anak untuk menggunakan jari-jarinya dan mengkoordinasi kedua tangannya dalam setiap aktivitas.
6. Anak akan belajar mengenal dunia dan menikmati gambar-gambar lucu di dalam buku dan berusaha memahami gambar tersebut.
7. Melatih memori secara visual melalui gambar dan warna.
8. Mengajak anak melihat gambar sambil mendengarkan suara dapat melatih kemampuan interpersonalnya. Belajar untuk merespon orang lain.
9. Gambar yang ditemukan dalam setiap halaman dapat memperkaya perbendaharaan katanya.





Cara Bermain:
1. Ajaklah anak untuk membolak-balik halaman buku. Biarkan anak bermain dan mengeksplorasi buku ini sekehendak hatinya. Warna dan gambar yang ada pada buku ini biasanya membuat anak Anda tertarik untuk memegangnya.
2. Setelah anak Anda sudah mulai mengenal baik buku ini
, mulailah untuk membacakan cerita yang ada dalam buku. Mulailah mendongeng dalam cerita tersebut.
3. Pilihlah tempat yang nyaman untuk Anda dan anak Anda.
4. Jangan hanya membaca, sebaiknya hafalkan garis besar cerita, hayati pesan utamanya, dan lakukan improvisasi.
5. Munculkan ekspresi wajah Anda sesuai cerita seperti arah, sedih, tertawa, atau kaget.
6. Perhatikan intonasi suara: kapan harus tinggi, rendah, kecil, besar, berat, cepat, lambat, dan lain-lain.
7. Bangun suasana interaktif agar nak merasa terlibat. Misalnya tanyakan pada anak, siapa yang sombong? Boleh tidak kita sombong? dan lain-lain.
8. Anda harus peka terhadap kondisi anak-anak. Jika anak terlihat letih atau bosan sebaiknya dongeng jangan diteruskan.

kembali